Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None
GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Desa Wisata Lubuk Sukon-Aceh

KOPI - Sejak lama masyarakat Aceh sudah memiliki dasar-dasar konsep mengenai pengaturan tata pemerintahan, tata ruang, tata social dan tata lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Namun rangkaian kejadian yang mendera masyarakat Aceh seperti; konflik dan bencana alam (gempa bumi dan Tsunami) ikut andil menggerus tatanan ini.

Berkurangnya keberadaan permukiman tradisional misalnya, berdampak pada keberlangsungan kehidupan budaya Aceh yang semakin terkikis dan dikhawatirkan akan memudar. Berpegang dari keinginan mengembalikan konsep kehidupan berbudaya Aceh dan menjalankan program Kepariwisataan Pemerintah Aceh, kami ingin menyajikan sekelumit informasi dari profil Desa Wisata Lubuk Sukon.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melaunching pada tanggal 15 Oktober 2012 dengan tujuan mendukung program Visit Aceh 2013. Menempuh jarak 12 km dari ibukota propinsi adalah gampong (Desa) Lubuk Sukon di kecamatan Ingin Jaya kabupaten Aceh Besar yang menjadi satu permukiman tradisional yang masih bertahan dengan segala peninggalan yang ada. Desa ini terletak di dataran rendah yang sebagian besar rumah penduduknya adalah rumah tradisional aceh (rumoh aceh).

Rumoh aceh di Desa Lubuk Sukon ini masih tetap dipertahankan, walau dipadukankan dengan perkembangan dan kebutuhan kekinian. Secara bijak hunian ini dirancang dengan prinsip tahan gempa, karena Orang Aceh, menyadari bahwa letak wilayahnya berada digaris lintasan gempa. Sekitar 70% warga Desa Lubuk Sukon sudah bertempat tinggal sejak dilahirkan yang merupakan penduduk asli yang menempati rumoh peunulang (rumah warisan). Sebagian besar warga pendatang yang menikah dengan wanita Desa Lubuk Sukon juga tinggal menetap di rumoh peunulang tersebut karena adat dan beberapa faktor lain.

Rumah sebagai tempat hunian didominasi oleh rumoh aceh, rumoh santeut (rumah panggung) dan rumoh batee (rumah beton). Rumah berkonstruksi kayu mulai dibangun di antara tahun 1950 hingga tahun 1980, sedangkan rumah berkonstruksi beton mulai dibangun di era tahun 1980-an. Rumoh aceh memiliki unsur-unsur yang dibutuhan dalam berkehidupan di peDesaan.

Kolong rumoh aceh dimanfaatkan untuk aktifitas-aktifitas keseharian. Lumbung padi biasanya terpisah dari rumoh aceh, akan tetapi karena kebutuhan akan ruang, lumbung padi mulai dihilangkan. Sumur dibiarkan terbuka agar dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Kandang ternak ditempatkan dibelakang atau samping rumah berikut tempat penyimpanan kayu sebagai bahan bakar dapur. Jingki (tempat tumbuk padi) pada umumnya berada dikolong rumah atau dibuat terpisah dalam bentuk sebuah balai.

Pekarangan rumah ditumbuhi tanaman buah seperti; jeruk bali, mangga, rambutan dan nangka. Namun rumoh batee tidak lagi memperhatikan unsur-unsur seperti yang ada di rumoh aceh. Rumoh aceh memiliki ruangan-ruangan dimana keberadaannya dibatasi menurut fungsi serta kebutuhan yang telah ditata sebagaimana berikut ini;

1. Seuramoe keue (serambi depan) adalah tempat menerima tamu khususnya laki-laki, tempat mengaji dan belajar, sekaligus tempat tidur buat anak laki-laki dan untuk kepentingan umum lainnya.

2. Seuramoe teungoh (serambi tengah) adalah ruang tertutup, berfungsinya sebagai kamar tidur, berjumlah 2 anjoeng (kamar). Kamar disebelah barat digunakan oleh orangtua dan sedangkan kamar sebelah timur ditempati oleh anak perempuan.

3. Seuramoe likot (serambi belakang) adalah ruang yang berfungsi sebagai dapur, dimana kehadiran laki-laki dibatasi. Pembatasan ruang antara laki-laki dan perempuan, dipengaruhi oleh aturan Islam dan adat peunulang.

Rumah merupakan milik perempuan, sedangkan laki-laki dianggap sebagai tamu yang harus dihormati.Peraturan ini sangat berkaitan dengan syara’ Islam yang memisahkan ruang antar laki-laki dan perempuan. Rumoh Aceh di dirancang demi melindungi perempuan sehingga aurat tetap terjaga dari laki-laki yang bukan muhrimnya, dari tindak kriminal dan sebagainya.

Rumoh Aceh memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi perempuan aceh dalam beraktifitas. Sistem permukiman di Desa Lubuk Sukon memiliki makna dan tujuan tertentu berdasarkan prinsip lokal yang dapat diterima oleh masyarakat. Kebijakan mengenai aspek adat dan kehidupan Desa dirancang dan ditetapkan dalam reusam gampong (tata krama) untuk mengatur kehidupan warganya.

WILAYAH

Desa Lubuk Sukon merupakan bagian dari sebuah Desa di Kemukiman Lubuk, berada dalam Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Desa ini sangat mudah dicapai dengan menggunakan moda transportasi darat dari ibukota provinsi (Banda Aceh) dengan jarak tempuh 12 km. Memiliki luas 112 Ha, terdiri dari 4 (empat) dusun yaitu: Dusun Darusshalihin, Dusun Darul Makmur, Dusun Darul Ulum, Dusun Darussalam dengan jumlah bangunan hunian lebih kurang 191 unit.

Desa Lubuk Sukon berbatasan dengan Desa Lambarieh di sebelah Selatan, dibelah oleh sungai Krueng Aceh; Desa Lubuk Gapuy di sebelah timur; Desa Dham Pulo di sebelah utara, dan Desa Pasie Lubuk disebelah barat. Wilayah selatan merupakan kawasan bantaran sungai Krueng Aceh yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa sebagai areal pertanian dan peternakan, khususnya dibidang penggemukan sapi, budidaya tanaman hortikultura (buah-buahan dan sayuran) semusim.

Wilayah timur Desa terdapat juga krueng cut (sungai kecil) yang melintasi persawahan dan ladang. Krueng cut merupakan aliran air yang difungsikan untuk irigasi persawahan. Sungai kecil ini dijaga keasriannya sehingga ditanami tanaman penyangga di sepanjang sisinya. Beberapa warga juga memanfaatkan sungai krueng cut ini sebagai lahan budidaya ikan air tawar.

Wilayah tengah Desa adalah tumpok (tempat hunian penduduk), meunasah, Taman Kanak-kanak dan Kantor Desa Wilayah utara berbatasan dengan Desa Dham Pulo, terdapat pula fasilitas-fasilitas umum skala kecamatan, kabupaten bahkan propinsi, seperti; lapangan bola kaki, bangunan untuk fasilitas olahraga, SMU Negeri 1 Ingin Jaya, Balai Pelatihan Pendidikan (BPKB), Mesjid Jami’ Al Ikhlas Lubuk serta Tempat Pemakaman Umum di depan Mesjid Jami’.

Wilayah barat mulai berkembang juga permukiman baru, terdapat pula sebuah dayah (pesantren) yang dibangun oleh seorang ulama setempat. Dayah Darul Aman adalah sebuah lembaga pendidikan agama yang menerima santri (murid) yang ingin mempelajari Al Qur’an dan Kitab-kitab Islam lainnya.

PEMERINTAHAN DESA

Struktur kepemerintahan di Desa Lubuk Sukon terdiri dari Keuchik selaku kepala pemerintahan yang bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Desa. Keuchik juga sebagai pengambil keputusan terhadap sesuatu yang telah disepakati sebelumnya. Keuchik dalam melaksanakan tugasnya dapat meminta bantuan dan pertimbangan dari tuha peut (para dewan desa) dan imum meunasah. Imeum meunasah adalah sebagai pimpinan dalam kegiataan keagamaan sedangkan tuha peut adalah sebuah dewan yang terdiri dari 4 (empat) orang ditambah seorang sekretaris. Mereka adalah individu-individu yang memiliki pengetahuan dan paham mengenai adat istiadat, pendidikan, syariah agama serta kepemudaan. Berkaitan dengan kegiatan pertanian, untuk pengelolaan akan irigasi khususnya tanaman padi, ditangani oleh seorang keujruen blang. Lembaga sosial kemasyarakatan telah terbentuk, seperti; kelompok pengajian, organisasi kewanitaan, sanggar kesenian, organisasi kepemudaan, klub olah raga, dan kelompok-kelompok tani dan Koperasi.

MATA PENCAHARIAN

Saat ini, mata pencaharian penduduk Desa Lubuk Sukon cukup beragam. Sebagian besar warga Lubuk Sukon bermata pencaharian sebagai petani, walaupun sebagian dari mereka adalah juga PNS. Hal ini dikarenakan oleh topografi wilayah yang berupa dataran rendah dan faktor tanah yang sangat potensial untuk daerah persawahan. Populasi mencapai 1.200 jiwa, berdasarkan persentase mata pencaharian dapat dirincikan; profesi petani 32%, sebagai PNS 28% dan wirausaha/wiraswasta 27% sedangkan sisanya 13% belum memiliki pekerjaaan tetap.

BUDAYA, RELIGI dan PENDIDIKAN

Budaya yang berlaku dan yang dipertahankan dalam sendi-sendi berkehidupan masyarakat adalah reusam (kebiasaan) adat yang jroh (baik) selama tidak memiliki unsur-unsur bertentangan atau bertolak belakang dengan kaidah-kaidah syara’. Penjabarannya tidak menuntut dan mengikat secara materi, bahkan lebih bersifat kegotong-royongan dan kepedulian.

Kehidupan berbudaya adalah budaya positif, budaya kearifan, budaya islami. Nilai dan kepercayaan yang berkembang di kehidupan masyarakat Desa Lubuk Sukon bersendikan ke-Islami-man. Adat dalam tradisi dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan perihal kelahiran, pernikahan, kematian dan acara keagamaan seperti: peusijuk (menepung tawari), perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W dan majelis-majelis pengajian kitab Al Quran. Kegiatan ritual ini dilakukan melalui tahapan-tahapan, menggunakan prinsip musyawarah untuk mencapai kesepakatan sehingga hasilnya dapat diterima oleh segenap lapisan masyarakat. Pelaksanaannya dengan bergotong royong dan saling melengkapi. Pendidikan memegang peran penting terhadap pola pikir serta pembentukan watak/karakter individu.

Desa Lubuk Sukon memiliki tempat pendidikan yamg sangat reprensentatif sesuai usia dan tingkat pendidikan. Para pemuka dan tokoh masyarakat sangat memperhatikan hal ini sehingga keinginan tersebut diwujudkan dengan semangat kegotongroyongan membangun sarana-sarana pendidikan. Mereka sangat memikirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

SUNGAI

Desa Lubuk Sukon dilewati Sungai Krueng Aceh dengan rentang 30 sampai 50 meter. Memiliki Jembatan beton untuk penghubung Desa dengan jalan raya nasional (Banda Aceh-Medan) dan Desa-Desa di sekitarnya.

Keberadaan sungai mempengaruhi mata pencaharian penduduk di bidang pertanian. Kesepakatan keuchik dan para tokoh Desa bahwa tidak diizinkan membangunan rumah di sekitar sungai karena volume air cukup tinggi jika datang banjir tahunan. Bahkan masyarakat sempat membangun tanggul untuk menghadang banjir secara swadaya sebelum Proyek Krueng Aceh tahun 1989. Sungai menyediakan alternatif lahan untuk usaha pertanian dan kegiatan lainnya yang member keuntungkan secara ekonomi.

Sungai juga menjadi sumber bagii ketersediaan debit air bagi sumur-sumur penduduk. Lahan pertanian hortikultura juga menggantungkan kebutuhan air dari sungai begitupula dengan usaha ternak sapi, domba dan kambing. Faktor ini menjadikan kawasan sepanjang bantaran sungai banyak dilaksanakan kegiatan agribisnis.

MEUNASAH

Awal permukiman di Desa Lubuk Sukon dimulai dengan mendirikan beberapa rumoh aceh (rumah hunian) dan sebuah meunasah (surau). Sebuah Desa di Aceh sangat identik dengan keberadaan meunasah. Selain digunakan sebagai tempat peribadatan, meunasah juga difungsikan sebagai:

(1)pusat pemerintahan Desa;

(2)tempat bermusyawarah;

(3)tempat melaksanakan kegiatan keagaman dan

(4) tempat melaksanakan acara-acara massal seperti kenduri dan gotong royong.

PERTANIAN

Lahan pertanian padi terdapat disepanjang krueng cut di bagian timur Desa. Perkembangan areal persawahan ditandai dengan dibangunnya sarana drainase irigasi diawal tahun 1980. Hal ini memungkinkan bagi petani dapat bercocok tanam sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun.Kegiatan usaha tani terus digalakkan melalui pembinaan/ penyuluhan dari instansi pertanian

SARANA dan INFRASTRUKTUR

Era 1920-an hanya hanya ada jalan setapak melaui bantaran sungai Krueng Aceh sebagai akses menuju Desa Lubuk Sukon. Jalan ini menjadi jalan utama yang menyambung dengan Desa lain di wilayah Kemukiman Lubuk. Tahun 1972 dibangun sebuah Jembatan Gantung (suspension bridge) yang kemudian diganti dengan Jembatan Beton pada tahun 1989.

Tetapi hingga kini masih banyak warga dan masyarakat luar yang lebih mengenal pintu masuk ke Lubuk Sukon dengan sebutan simpang titi ayoen (Simpang Jembatan Gantung). Periode ini pula dibangun jalan-jalan baru kebutuhkan masyarakat, diikuti dengan berdirinya fasilitas umum, seperti: klinik kesehatan, sekolah-sekolah, lapangan olah raga, tempat pemakaman umum (TPU) dan infrastruktur lainnya.

Demikian gambaran umum Desa Lubuk Sukon dengan segala potensi yang (masih) dimilikinya, telah ditunjuk untuk menjadi Desa Wisata Pertama di Provinsi Aceh. Desa Wisata Lubuk Sukon akan selalu menyempurnakan segala aspek-aspek yang menyangkut kebutuhan sebagai destinasi wisata sesuai dengan semboyan BESTARI (Bersih, Sahaja, Tertib, Aman, dan Religi).. www.visitlubutsukon.id


Artikel Lainnya:

 

Seluruh Kepala Daerah di Riau Deklarasikan Dukung Pasangan Capres dan Wapres Jokowi- Maruf Amin
Kamis, 11 Oktober 2018

KOPI, Pekanbaru- Dua belas orang Kepala daerah dari Gubernur, Walikota, Bupati se Riau Deklarasikan dukung Relawan Projo. Sembilan Kepala Daerah hadir saat deklarasi bertempat di hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu 10 Oktober 2018 untuk mendukung relawan Projo pasangan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin. Bupati yang hadir saat itu Bupati kepulauan Meranti Irwan Nasir, Walikota  Zulkifli, Mursini Bupati... Baca selengkapnya...

Heboh.. Ratna Sarumpaet Ngarang Berita Hoaks ke Kandidat Capres Prabowo Subianto
Kamis, 04 Oktober 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan” Ini buktinya Ratna Sarumpaet mengarang berita Hoaks kepada Kandidat Calon Presiden Prabowo Subianto. Seakan-akan ia korban dari kezoliman dari kandidat Timses (Tim Sukses) capres dan wapres yang lain. Ini akibatnya fatal, bisa menimbulkan gejolak politik, walaupun sepele. Ia melapor lansung kepada Prabowo. Prabowopun merespon beserta dengan Timsesnya. Kebiadapan oknum pelaku... Baca selengkapnya...

Inilah Isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II dengan Capres Prabowo
Minggu, 16 September 2018

KOPI, Jakarta - Ada tujuh belas isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II , penandatangani di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Penandatanganan dilakukan oleh Prabowo Subianto dengan Ketua GNPF Ulama yakni Yusuf Martak. Hadir saat itu Ketum PAN (Partai Amanat Nasional) Zulkifli Hasan dan Waketum Gerindra Fadli Zon. Inilah 17 poin isi Pakta Integritas tersebut. 1. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD... Baca selengkapnya...

Ilmu "Kaca Mata Kuda"
Minggu, 16 September 2018

  KOPI, Jakarta – Hidup ini harus pandai-pandai membawakan diri. Lihat Timing, Situasi, ekonomi kalau ingin berubah. Pandai/pintar sendirilah Anda. Ada orang tidak tamat sekolah hanya SD (Sekolah Dasar)  jadi pengusaha sukses. Orang ada memiliki kemampuan akademik, kemampuan diluar akademi yakni motorik. ialah kemampuan berpikir otak kiri dan kanan harus seimbang. Ada orang yang betah kerja kantoran, pergi pagi pulang sore/malam. ... Baca selengkapnya...

Kasad Singapura Goh Si Hou Kunjungi Panglima TNI
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta - Kerjasama militer kedua negara terus dilanjutkan dan ditingkatkan ke arah yang lebih baik dengan tetap melaksanakan latihan bersama dan pertemuan antar Perwira TNI dengan Perwira Singapore Armed Forces (SAF). Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P saat menerima kunjungan kehormatan Kasad Singapura Brigadier General Goh Si Hou di ruang tamu Panglima TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat... Baca selengkapnya...

Jubir BIN: Keterlibatan Kabinda Riau Soal Pemulangan Neno Warisan ke Jakarta for Menghindari Bentrok
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta – Juru bicara (Jubir) Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, mengatakan BIN Daerah (Binda) Riau hanya menjalankan tugas agar tidak terjadi bentrokan massa. Terlebih acara yang dihadiri Neno tidak mendapat izin. ''Imbauan untuk kembali ke Jakarta terhadap Neno Warisman adalah jalan terbaik dari pada terjadi bentrokan dan menghindari jatuhnya korban dan tentu akan muncul masalah baru atas legalitas acara tersebut,'' kata... Baca selengkapnya...

TPNPB/OPM Tembak TNI Yang Bawa Bahan Makanan Untuk Anak-anak Tingginambut
Minggu, 19 Agustus 2018

KOPI, Puncak Jaya – Kembali 2 orang prajurit TNI atas nama Alm. Letda Inf Amran Blegur (Dan Pos) dan Alm. Pratu Fredi anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Pos Tingginambut, Puncak Jaya gugur menjadi korban keganasan kelompok TPNPB/OPM wilayah Tingginambut, Minggu (19/8).   Pada hari Sabtu (18/8), Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan untuk memberi sumbangan bahan makanan kepada... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALAnggota Parlemen Timor Leste Memutarbali.....
08/09/2018 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT - Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M di Kupang, Jumat ( 07/09) menjelaskan bahwa apa yang di tuduhkan pada tan [ ... ]



NASIONALTerkait Dugaan Korupsi Parmono, Masyarak.....
20/10/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI,Pati - Menindaklanjuti laporan di Inspektorat Pemda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, perihal adanya temuan bukti petunjuk baru atas pemeriksaan ter [ ... ]



DAERAHPemerintah Aceh Siapkan Bantuan Kemanusi.....
05/10/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Saudara kita yang berada di kota Palu dan sekitarnya baru saja menderita akibat gempa bumi dan tsunami pada tanggal 28 September 2018. S [ ... ]



EKONOMIMES Aceh Menatap Masa Depan.....
18/10/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Masyarakat Aceh merasa bersyukur karena sekarang telah hadir di provinsi Aceh kepengurusan MES atau Masyarakat Ekonomi Syariah. Saat ini [ ... ]



HANKAMDanlanud RHF Pecat Prajurit TNI AU Pra.....
01/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pulau Batam - Ditempat kerjanya , sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan “ Jangan ada pula oknum Tentara “ Separoh Tentara Sepa [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
04/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPelintas Batas Negara RI - PNG Tertangka.....
13/10/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI,Skouw -  Seorang pelintas batas Negara an. Deminikus Woisiri kelahiran Jayapura 13 Maret 1981,Kristen Protestan, Swasta, alamat tempat tinggal J [ ... ]



POLITIKHeboh Lagu Potong Bebek Angsa Postingan .....
22/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Beberapa orang ibuk-ibuk memakai topeng Pinguin menyayikan lagu Potong Bebek Angsa . Syair lagu tersebut menghebohkan percaturan polit [ ... ]



OPINIEfek Sayap Kupu-Kupu dari Pertemuan IMF-.....
27/08/2018 | Harjoni Desky

KOPI - Dua bulan ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeti [ ... ]



PROFILKepala BPOM Penny Lukito Apresiasi P.....
30/08/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pusat Penny Lukito memberikan apresiasi kepada produk kosmetik local  mengembangka [ ... ]



ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
10/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Pedal Becak, Istri Genjot T.....
08/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATINikki Haley : Negara Arab Hanya Bisa B.....
22/08/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, New York - Adapun dalam Daftar Donatur Anrwa ( yayasan mengurus Pengungsi Palestina) terdapat 11 negara mayoritas Muslim yakni : Arab Saudi, K [ ... ]



SERBA-SERBIBupati Kuansing Mursini jadi Inspektur .....
08/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 TNI di Lapangan Limuno Telukkuantan, Jumat (5/10/2018) pagi berlangsung d [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.