Tehnik HDR Menguatkan Karakter Objek

KOPI - Photography / fotografi sangat menjamur saat ini. Namun masih banyak fotografer pemula yang belum mengenal tehnik HDR (High Dynamic

Perbedaan original (kiri) dan HDR (kanan)Range). Tehnik HDR berfungsi memperdalam Field. Kekuatan karakter objek juga akan terpengaruh dengan tehnik ini. Tehnik HDR sering kali dipakai untuk memberikan kesan kuat pada objek.

Pada contoh diatas menggambarkan kekuatan objek jauh melampaui backgroundnya. Sehingga penikmat foto hasil HDR secara serta merta di giring untuk langsung menuju POI (Point Of Interest) yaitu objek. Seringkali kita jumpai foto yang tidak memberikan kesan dalam pada objeknya sehingga penikmat fotografi harus mencari pusat atau inti dari foto yang disajikan.

Seberapa pentingkah kedalaman objek diperlukan? Sangat penting mengingat terkadang seorang fotografer dihadapkan dengan background yang sangat ramai. Sehingga mana objek primer, mana sekunder (background, forground) tidak diketahui dengan pasti. Apalagi bagi seorang fotografer professional yang berkaitan dengan pesanan (iklan). POI mutlak harus sejelas mungkin disampaikan kepada penikmat. Tehnik HDR sangat membantu para fotografer untuk menentukan titik interestnya.

Bagaimanakah tehnik HDR ini dibuat? Saat ini sangat banyak jenis software (perangkat lunak) berbasis freeware bertebaran di internet. Pembaca dapat mencari dengan mudah. Namun untuk foto yang saya ketengahkan, saya menggunakan TOPAZ Lab Software. Cukup dengan satu kali klik ada beberapa type HDR yang disediakan.

HDR membuat foto lebih detail dari sebelumnya. Perhatikan kembali kedua foto diatas. Dengan bertambahnya detail foto, semakin kuat juga karakternya. Perhatikan antara objek dan background (latar belakang). Semakin detail sebuah objek tentu akan semakin kuat perananannya dalam foto. Semakin kabur sebuah objek semakin kecil juga peranannya dalam menentukan peranannya untuk menentukan interestnya. Background yang kabur melemahkan dirinya untuk menjadi inti dari dari foto dan memperkuat obejk lain yang lebih detail. Dari sinilah seseorang dapat mengetahui POI yang sebenarnya.

Detail atau samar, merupakan sebuah kode menentukan objek sebenarnya. Dengan tehnik HDR kekuatan menentukan objek yang menjadi POI, dengan deep of field (DOF) dan background maupun forground (latar depan), jauh lebih mudah. Bayangkan sebuah foto yang hanya datar—datar saja. Tentu kita akan kesulitan menentukan objek utamanya. Kosongnya kedalaman objek, menjadi kendala penikmat menemukan inti dari foto.

Selain mempermudah menemukan inti dari sebuah foto, HDR juga menambah kesan hidup sebuah foto. Kesan 3 dimensi dengan lekukan detail objek makin nyata terlihat. Foto tanpa HDR masih meninggalkan kesan flat 2 dimensi sedangkan mata manusia lebih nyaman memandang objek dengan 3 dimensi. Kesan hidup nampak sebab rona dalam objek juga lebih muncul. Highlight (cahaya terang) dan shadow (cahaya rendah,bayangan) juga jelas letaknya dan dapat tergradasi antara satu dengan yang lain.

HDR membuat warna semakin nyata. Kekuatan warna juga berpengaruh pada kualitas sebuah foto. Biasanya fotografer mensetting kamera mereka sedikit kekuningan atau kemerahan. Berharap kesan rona nampak. Namun justru hal tersebut akan mengubah keseluruhan warna menjadi kemerahan atau kekuningan. Hal ini akan di leburkan dan menjadi real colour dengan penggunaan tehnik HDR. Warna yang awalnya kemerahan atau kekuningan akan sedikit lebih mendekati natural dengan tehnik ini.

Hal tersebut terjadi karena tehnik HDR akan mengembalikan warna sebelumnya sebelum memperkuat kesannya menggunakan DOF. Kemudian tehnik HDR akan memperkuat masing—masing warna secara terpisah.

Sebuah kekurangan tehnik HDR adalah pada warna putih. Tehnik HDR akan mengubah putih menjadi sedikit kehitaman. Kesan dalam pada HDR seperti di jelaskan tadi, memperkuat kesan. Memperkuat kesan dengan melampirkan warna kehitaman pada titik shadow foto. Sedangkan warna putih memberikan kesan flat. Oleh karenanya ketika diberikan efek kehitaman akan meninggalkan kesan kotor pada foto.

Ada 2 pilihan ketika objek memakai warna putih. Meninggalkan tehnik HDR atau menggunakan tehnik double layer. Yaitu tehnik dengan menggunakan 2 lapisan foto.

Tanpa meninggalkan kesan dalam, kejernihan warna putih masih tetap terjaga. Penggabungan tehnik ini disebut HDR double layer. Variasi HDR sangat banyak. Silakan para fotografer menggali tehnik HDR yang sesuai dengan kebutuhan sehingga menghasilkan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh penikmat fotografi.

Kredit Foto:

Fotografer : Bastomi & Rosi RC Photography

Model : Rhatu Ayu

Makeup & Wardrop : Roy “Sabrina”