Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?

     

    Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono

    KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali.

    Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali?

    “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di Mahkamah Agung? Padahal UU No. 14 Tahun 1985 66 ayat 1 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali diajukan hanya satu kali,” ujar Manahan Sihombing, Sabtu (19/01/2018) dalam konperensi pers di Hotel Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Manahan Sihombing, SH., MH sebagai tim Kuasa Hukum Ahli Waris, bersama Sugiono dan Mangalaban Silaban, SH., MH mempertanyakan ada apa dibalik PK 3 (tiga) kali itu. Sebab, sangat janggal dan tidak sesuai aturan.

    Dijelaskan Manahan, apa yang terjadi dalam perkara tata usaha Negara (TUN) antara para ahliwaris Dt. M. Cheer melawan Badan Pertanahan Nasional, dkk., adalah Hakim tidak lagi memiliki naluri hukum dan keadilan, sehingga melahirkan putusan-putusan yang “tak masuk akal” atau absurd.

    “Bagaimana mantan ketua MA Sarwata, SH. telah mengadili perkara No. 27 PK/TUN/1997 yang objeknya terkait langsung dengan dirinya, yaitu Keputusan Dirjen. Agraria No. 78/HP/DA/87 yang diterbitkan oleh Sarwata, SH. saat menjabat sebagai Dirjen Agraria?,” ungkapnya.

    Menurutnya, hal tersebut melanggar ketentuan Pasal 42 ayat 1 UU No. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung menyatakan : “Seorang Hakim tidak diperkenankan mengadili suatu perkara yang ia sendiri berkepentingan, baik langsung maupun tidak langsung”.

    “Konsekwensi atas pelanggaran hukum acara yang dilakukan oleh Ketua MA R.I Sarwata, SH (1996-2000) tersebut, Mahkamah Agung tidak berdaya menghadang keberatan kuasa hukum ahliwaris Dt. M. Cheer tentang pembatalan atau menyatakan Putusan No. 27 PK/TUN/1997 tidak mempunyai kekuatan hukum,” bebernya.

    Ketidakberdayaan MA mempertahankan ketentuan Pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 tentang permohonan PK hanya satu kali, adalah fakta pelanggaran ketentuan Pasal 42 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 tentang Hakim yang tidak diperkenankan mengadili perkara yang objeknya terkait langsung atau tidak langsung dengan dirinya, yang dilakukan oleh Ketua MA (Sarwata) sendiri.

    Kemudian, lanjutnya, Majelis Hakim PK (kedua) No. 02 PK/TUN/1998 menimbang dan memutus bahwa Pelanggaran Hukum Acara Oleh Ketua MA Sarwata, SH, tidak dapat diterima atau niet ontvanklijke verklaard (NO), dengan alasan atau pertimbangan bahwa pasal 66 (1) UU.No.14 Th.1985 hanya mengijinkan permohonan PK satu kali.

    Anehnya, Majelis Hakim PK (ketiga) No. 27 PK/TUN/1996 tanggal 18-9-2002 yang diketuai oleh Ketua Mahkamah Agung (Bagir Manan), memberikan putusan yang pertimbangan dan amar putusannya sama atau identik dengan Putusan No. 27 PK/TUN/1996 (pertama) tanggal 26-06-1997, hanya beda majelis Hakim dan Panitera saja.

    “Lalu, apabila Hakim Agung sendiri melabrak ketentuan tersebut, apakah putusan yang demikian layak dihormati sebagai putusan yang berkeadilan dan berkekuatan hukum tetap? Sungguh ironis,” tandasnya.

    Menurut Manahan, apapun alasannya, pelanggaran hukum seperti itu tidak seharusnya terjadi, bila Hakim memeriksa, menimbang dan memutuskan perkara, berdasarkan kemampuan hukum yang mumpuni, dan memiliki naluri hukum yang mencerminkan rasa damai, bagi masyarakat pencari keadilan (justitiabelen).

    Diketahui sebelumnya, sengketa berawal dari adanya tanah ahli waris Dt. M.Cheer seluas 35 hektar, yang terletak di Jl.Karangsari, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Baru, Kotamadya Medan, diminta pihak Angkatan Udara Medan untuk digunakan sebagai perluasan pangkalan udara.

    Dengan alasan perluasan Pangkalan Udara TNI-AU Polonia Medan itu, melalui Surat Keputusan No.1/HPL/DA/70 tanggal 3 Februari 1970, Dirjen Agraria mengabulkan permohonan Panglima Komando Wilayah Udara (Pangkowilu) I Medan, tentang pemberian tanah hak pengelolaan (HPL) seluas 1. 379. 659, 50 m2 di atas tanah yang terletak di Kecamatan Medan Baru, Kotamadya Medan.

    Termasuk tanah adat Grant Sultan No.1 Th.1935 seluas 35 hektar, milik ahli waris Dt. M.Cheer, yang pada waktu itu diberikan syarat antara lain: (1). Jika ternyata ada pihak lain yang dapat membuktikan hak miliknya atas tanah tersebut, maka pihak AURI harus bersedia membayar ganti rugi kepada yang bersangkutan; (2). Penerima hak pengelolaan wajib mengembalikan hak pengelolaannya, baik secara keseluruhan maupun sebagian,apabila tidak dipergunakan lagi untuk keperluan pangkalan Angkatan Udara Medan.

    Ternyata, permintaan tanah oleh Pangkowilu I Medan dengan alasan perluasan Pangkalan Udara Polonia Medan iyu, hanyalah kebohongan semata.

    “Sebab sebagian dari tanah HPL tersebut, yang dalam hal ini tanah Adat/Grant Sultan No.1/1935 an. Datuk Muhamad Cheer seluas 219.506 m2 itu, diberikan kepada PT. Surya Dirgantara berdasarkan Skep. Pangkowilu I Medan No.019/B/VI/74 tanggal 1 Juni 1974,” tambahnya.

    Akibat pengalihan tanah hak pengelolaan tersebut, Dirjen Agraria melalui Surat Keputusan No.150/DJA/82 tanggal 8 September 1982 membatalkan tanah hak pengelolaan (HPL) Pangkowilu I Medan, dengan ketentuan antara lain, mempersilahkan Pangkowilu I Medan untuk mengajukan permohonan Hak Pakai, dengan syarat: (1). Tanah yang diberikan harus bebas dari adanya hak-hak pihak ketiga yang ada di atasnya; dan (2). Bagian tanah yang terdapat hak-hak pihak ketiga dan secara objektif tidak diperlukan sebagai wilayah pangkalan Angkatan Udara, akan dikeluarkan dari pemberian Hak Pakai.

    Kemudian, pada saat Sarwata, S.H menjabat Dirjen Agraria, sebagian dari tanah hak pengelolaan (tanah adat/Grant Sultan No.1/1935) yang telah dibatalkan tersebut di atas, diberikan kepada Yayasan TNI-AU Adi Upaya (YASAU) berdasarkan Surat Keputusan No.78/HP/DA/87 tanggal 25 Agustus 1987 yang isinya antara lain : (1). Memberikan tanah Hak Pakai seluas 201.000.m2 kepada Yayasan TNI-AU "Adi Upaya" (YASAU); (2). Mempertimbangkan bahwa tanah yang dimohonkan dan diberikan kepada YASAU tersebut adalah tanah Negara.

    Herannya, dalam waktu 1 (satu) tahun setelah YASAU memperoleh Hak Pakai No. 194/Polonia, tanah tersebut dijual kepada developer PT. Taman Malibu Indah seharga Rp. 5.628.000.000,-, dan selanjutnya terbit Hak Guna Bangunan No, 1/1990 atas nama PT. Taman Malibu Indah.

    Untuk perbuatan jual beli diatas eks tanah adat tersebut, mempertegas apa sesungguhnya menjadi latar belakang dari pengambilan tanah masyarakat, dengan alasan perluasan Pangkalan Udara Polonia Medan, bukan untuk kepentingan Negara. Tetapi untuk menguntungkan oknum-oknum tertentu TNI-AU Pangkalan Udara Polonia Medan,” pungkasnya.

    Dalam konperensi pers yang dipandu Danny PH Siagian, SE., MM itu, Mangalaban Silaban juga memberi penjelasan dari sisi dan prosedur hukum acara dan hukum administrasi, yang berkaitan dengan kasus tanah Grant Sultan. DANTAS

     


    Artikel Lainnya:

     

    Tiongkok Melebarkan Sayap ke Indonesia , Proyek Prestisius One Belt One Way
    Minggu, 09 Juni 2019

    KOPI, Jakarta - Mimpi sang Perdana Mentri RRC / Tiongkok Xi Jinping perdagangan Jalur Sutra menghubungkan negaranya dengan negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Bakalan segera tercapai dengan Proyek One Belt One Way ( Satu sabuk , Satu jalan) dengan nilai proyek US$ 91 Miliar atau Rp. 1.288 Triliun Pangsa pasar negara Asia berpotensi sangat besar dengan populasi jumlah penduduk separoh isi manusia di bumi ini . Dahulu kala perdagangan melalui... Baca selengkapnya...

    Massa ARJ Demo Mabes Polri “Save Kapolri”
    Rabu, 05 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Penghujung bulan Ramadhan ratusan orang massa Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) geruduk kantor Mabes Polri jalan. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019). Dalam aksi itu, mereka mendukung Polri menuntaskan kasus kerusuhan dan menangkap otak dalang pelaku aksi rusuh 21-22 Mei 2019. Kini ribuan jumlah media online di Indonesia, Pewarta Indonesia.com merupakan Media online Standar Internasional (World Class) ketik  di... Baca selengkapnya...

    Top Secret : Siapa Dalang Pembunuhan Empat Orang Tokoh Nasional
    Sabtu, 01 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Terungkapnya rencana pelaku pembunuhan empat orang Tokoh Nasional, berawal dari polisi mengamankan seorang pelaku di Hotel Megaria, Cikini, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian menemukan senjata api dan menyelediki lebih lanjut 6 enam orang   Teks Foto. Luhut dengan Bupati Bengkalis saat kunjungan kerja ke Propinsi Riau. (foto.didi)   tersangka sebagai eksekutor, penyedia senjata, donator operasional. Keenam tersangka yang... Baca selengkapnya...

    Kapan Saya dilantik Jadi Menteri Pak Presiden
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Jakarta -  Pemilu serentak sudah usai , hasil Rapat Pleno KPU (Komisi Pemilihan Umum) pusat sebagai pemenang yakni Pasangan Capres Joko Widodo- Kyai H. Mar'uf Amin. Dengan perolehan suara 55,5 % dari Pasangan Prabowo Subianto dengan Sandiaga uno. Tim sukses (Tim Ses) pun bertanya dalam hati, siapa tahu gua ditunjuk oleh Presiden menjadi Mantari (red, tukang suntik orang sakit) eh salah  jadi Mentri. Saya sudah bekerja siang malam untuk... Baca selengkapnya...

    Prediksi Nama Anggota DPRD Pekanbaru Hasil Pemilu Serentak , Periode 2019-2024
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, Pengamat Politik Riau sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Ingin menjadi anggota Dewan membutuhkan Tenaga, materi, Timses yang Solid, sang calon Dewan tidak sombong/angkuh, sering mengunjungi warga dapilnya bukan hanya saat Pemilu saja minimal sekali setahun. Menepati janji aspirasi saat kampanye (red. pengaspalan jalan, Lampu penerangan , air bersih,  Seminisasi gang, dll) Bapak/Ibu si Anu tuh... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALRibuan Warga Israel Demo Koruptor Netan.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Di negara Indonesia ratusan orang para Koruptor/maling uang negara masuk penjara dari kepala Daerah (red. Gubernur, Walikota, Bupati, Pejabat, K [ ... ]



    NASIONALPasca Rekapitulasi Pemilu oleh KPU.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, "Wah KPU kerjanya malam-malam seperti kampret," begitulah ramai orang yang protes dengan kinerja KPU. Sebelumnya ramai diberitakan ba [ ... ]



    DAERAHDesa Saitnihuta Dapat Bantuan Pembanguna.....
    24/05/2019 | Marly Sihombing

    KOPI, TOBA SAMOSIR - PT. Toba Pulo Lestari menyalurkan bantuan dari Community Development (CD)sebesar Rp 215 juta ke Desa Saitnihuta, Kecamatan Dolok [ ... ]



    PENDIDIKANPerkuat Keilmuan, Kader PII Kediri Gelar.....
    10/06/2019 | Sktw

    Kediri – Sebagai generasi penerus bangsa, kader Pelajar Islam Indonesia (PII) di Kabupaten Kediri terus berupaya mengembangkan wawasan dan khazanah  [ ... ]



    EKONOMICalon Tunggal Musprov VI Kadin Aceh.....
    18/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Teka-teki jalannya Musprov VI Kadin Aceh sudah terjawab. Bila sebelumnya terdengar ramai dengan 5 calon ketua umum Kadin Aceh, akhirnya  [ ... ]



    HANKAMGoblok .... Orang Mencalonkan Presiden A.....
    11/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono menarasikan "Kepada oknum Jendral –jendral Purnawirawan (purn) Gaek/pensiu [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATAKebun Binatang Kasang Kulim Memiliki 121.....
    10/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Kebun Binatang Kasang Kulim beralamat Jl. Lingkar Ring Road, dekat SMA Plus, Kabupaten, Kampar, propinsi Riau. Merupakan icon satu-  [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALAda Apa Dengan Polda Riau ? Belum Menet.....
    14/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Wakil Bupati Bengkalis H.Muhammad tersandung kasus dugaan korupsi pemasangan Pipa Transmisi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) kabup [ ... ]



    POLITIKKamis 21 Mei 1998, Peristiwa Reformasi I.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, [ ... ]



    OPINIAda Apa Dengan KPK, Belum Menetapkan, Me.....
    13/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI,  Jakarta - Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Abraham Somek (red. dulu ketua KPK Abraham Samad) menarasikan " Penegakan hukum di Negara Kesa [ ... ]



    PROFILAKP Zulkarnain Jabat Kapolsek Siak Hulu,.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu- Sertijab (Serah Terima jabatan) Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Arvin ke AKP Zulkarnain , dilaksanakan di Mapolsek Siak Hulu, Sabtu (1 [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAHalal Bi Halal 1440 H, Bersama DPRK Band.....
    13/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Kita baru saja menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan 1440 H dan merayakan lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Setelah libur panjang, a [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



      CURAHAN HATIIndra Pomi : Instruksikan Pegawainya M.....
      17/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Pekanbaru – Seorang warga Pekanbaru, sebut saja namanya Aji Somek mengeluhkan banyak jalan rusak dan berlobang semenjak musim hujan. Jalan ru [ ... ]



      SERBA-SERBIOknum Jaksa Wanita AR Selingkuh dengan T.....
      07/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Denpasar , Bali- Dulu oknum Wanita “Makan Hati” ulah suaminya selingkuh, Era zaman Milenial ini oknum Pria yang “Makan Jantung” istrinya [ ... ]



      Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.